Baca Selengkapnya di sini..
Sabtu, 31 Desember 2011
UNTUK SAHABATKU
Untuk Riskha Kharisma
Terimakasih atas cerita-cerita-mu yang begitu menggugah. Kau telah mampu
menjadi Tuan atas nasip dan masa depanmu.
Semoga tanah yang pernah menandurmu bisa kau tanami-panen pula
Rona Cinta Sedikit banyak kau tahu suhu Madura
Tahu atas Tuan,
Kau tak kalah hebat dengan mereka, maka wajar bila diantara temanmu menganggap kamu sebagai pahalawan. Pahlawan bagi sesama-mu
Fitri Aning Sebagaimana cerita teman dan saudara dari jau
Kau adalah bintang dengan sudut memukau
Semoga Tuhan senantiasa dengan kita
Kalian adalah wanita modern, kalain adalah universitas berjalan.
Semoga tanah yang pernah menandurmu bisa kau tanami-panen pula
Rona Cinta Sedikit banyak kau tahu suhu Madura
Tahu atas Tuan,
Kau tak kalah hebat dengan mereka, maka wajar bila diantara temanmu menganggap kamu sebagai pahalawan. Pahlawan bagi sesama-mu
Fitri Aning Sebagaimana cerita teman dan saudara dari jau
Kau adalah bintang dengan sudut memukau
Semoga Tuhan senantiasa dengan kita
Kalian adalah wanita modern, kalain adalah universitas berjalan.
IBU
Ibu......,
Tiba-tiba aku teringat bau keringat-mu
Wajah-mu tampak lusuh membasuh
Ibu
Aku rindu tegur sapa-mu
Aku ingin rebah dipangkuanmu
o..h Ibu ..
Andai saat ini aku bisa berbagi
Tentu aku akan bercerita
Ibu...Rahim kehidupan sangatlah kejam
Ibu
Jika bukan lantaran doa-doa-mu
Tak mungkin aku ada disini
Tiba-tiba aku teringat bau keringat-mu
Wajah-mu tampak lusuh membasuh
Ibu
Aku rindu tegur sapa-mu
Aku ingin rebah dipangkuanmu
o..h Ibu ..
Andai saat ini aku bisa berbagi
Tentu aku akan bercerita
Ibu...Rahim kehidupan sangatlah kejam
Ibu
Jika bukan lantaran doa-doa-mu
Tak mungkin aku ada disini
MENANDUR RINDU
Aku ingin menandur rindu pada separuh malam-Mu
Hanyut dalam desir, hening, mengalir lah air mata
Oh jiwa, betapa engkau rapuh
Betapa egkau lusuh, tanpa asuh yang Asih
Perkenan aku menanam bibit cinta
Perkenan aku membajak sawah yang mulai basah oleh rintik semalam
Perkenan aku lebur dalam kuyup tanah yag membau
Bila esok fajar sudah menyinsing
Biarkan cinta dan kerinduan baluti langkahku
Dan sebelum embun bergegas
Biarkan aku menenun indah pagi-Mu
Hanyut dalam desir, hening, mengalir lah air mata
Oh jiwa, betapa engkau rapuh
Betapa egkau lusuh, tanpa asuh yang Asih
Perkenan aku menanam bibit cinta
Perkenan aku membajak sawah yang mulai basah oleh rintik semalam
Perkenan aku lebur dalam kuyup tanah yag membau
Bila esok fajar sudah menyinsing
Biarkan cinta dan kerinduan baluti langkahku
Dan sebelum embun bergegas
Biarkan aku menenun indah pagi-Mu
Langganan:
Postingan (Atom)


